Pages

Komunikasi Produktif day#10 : Pujian dan Kritik pada Sikap/Perbuatan Anak

Senangnya jika membangunkan Arrayyan tanpa drama.

"Assalamu'alaykum, anak Shalihah! Masyaa Allaah sudah bangun, mau langsung mandi ya?"

"Iya", dan langsung bergegas ke kamar mandi...

Alhamdulillaah seminggu terakhir, setiap Ibuk akan mengantar Nyai ke Rumah Sakit di hari Selasa dan Jum'at, Arrayyan bangun tanpa drama dan langsung mandi sesaat setelah adzan Subuh berkumandang, kemudian ikut sholat berjama'ah dengan Ibuk. Bahkan, saat mobil bersiap berangkat, Arrayyan berdiri di depan rumah sendirian sambil melambaikan tangan. Masyaa Allaah, tabaarakallaah...

Sepulang dari Rumah Sakit, seusai bebersih diri, Ibuk pun tak sabar langsung menemui Arrayyan.

"Arra terima kasih ya tadi sudah bersikap baik, mulai dari bangun pagi, mandi, sampai dadah-dadah sama Ibuk dan Nyai. Ibuk bahagia sekali", kupeluk tubuhnya dan kuhujani dengan ciuman.

"Iya, Awwa sayaaaang sama Ibuk!", balasnya 

Entah apakah Arrayyan mengerti dengan pujian yang Ibuk berikan. Semoga bisa terus berproses bersama ke arah yang lebih baik ya, Nak!

★★★★★ Alhamdulillaah, 5 bintang dan semoga Ibuk juga lebih objektif dalam memberi pujian maupun kritik yang membangun.


Tabik,
Mar'atul Azizah (riza) - Mahasiswi kelas Bunda Sayang IIP Regional Bekasi

#harike10
#tantangan15hari
#gameZona1
#BundaSayang
#KomunikasiProduktif
#PantaiBentangPetualang
#institutIBUprofesional
#PetualangBahagia

Komunikasi Produktif day#9 : Repetisi dalam memahami aturan

Usianya belum genap 3 tahun, maka saya yakini bahwa Arrayyan masih butuh pengulangan dalam memahami apa yang saya inginkan. Ini bukan memaksakan keinginan saya. Tapi ini adalah tentang nilai dasar yang ingin saya sampaikan.

Seperti halnya kemaren, saya mengulang apa yang saya inginkan, sembari mengkonfirmasi langsung ketika akhirnya pertanyaan, "Arra masih dihukum, buk?", kembali terulang dari mulut mungilnya.

"Arra sayang, Ibuk cuma mau Arra mainnya dekat-dekat ya"

"Iya"

"Arra kalau keluar rumah harus pamit ya, Nak!"

"Iya"

"Di luar masih banyak virus kan ya, jadi harus pake apa kalau mau keluar?"

"(mas)ker sama helm"

"Anak cerdas shalihah, Ibuk gak akan hukum kalau Arra ingat pesan Ibuk ya"

"Iya, maafkan Awwa ya, Buk!"

★★★★★ Alhamdulillaah, 5 bintang hari ini dan harus konsisten!


Tabik,
Mar'atul Azizah (riza) - Mahasiswi kelas Bunda Sayang IIP Regional Bekasi

#harike9
#tantangan15hari
#gameZona1
#BundaSayang
#KomunikasiProduktif
#PantaiBentangPetualang
#institutIBUprofesional
#PetualangBahagia

Komunikasi Produktif day#8 : Katakan yang kita inginkan!

"Ibuk, Arra dihukum?"

Ya, beberapa hari Arrayyan saya hukum tidak keluar rumah setiap melanggar larangan saya.

"Arra, kenapa gak pamit? Ibu kan bingung cari Arra", ucap saya saat akhirnya menemukannya di gang sebelah.

"Arra, kenapa gak pake masker? Kan Arra tau sekarang masih banyak virus", 

"Arra kenapa minta jajan orang?"

"Arra kenapa rebut makanan orang?"

Saya selalu merasa menjadi orang tua gagal, saat anak saya menjadi anak kesayangan se-RT. Merasa apa yang saya himbau tidak diindahkan oleh lingkungan sekitar. Ingin rasanya saya berteriak, "WOY ANAK GUE KALAU KENAPA2 SITU GAK TAU PUSINGNYA KAN?!"

Mulai dari membiarkan anak saya terpapar layar dalam durasi yang sangat lama, memberinya susu UHT cokelat bahkan bisa 5 kotak ukuran 200ml, membiasakannya dikasih permen atau jajanan lainnya, dan sebagainya....

Sungguh, hati ini lelah. Kalau bukan karena keadaan yang tidak ideal, tidak rela rasanya saya menitipkan anak saya walau hanya 1-2 jam!

*****

Akhirnya saya pun tegas untuk menyampaikan keinginan saya kepada para tetangga sekalian di group RT. Karena lelah juga setiap ucapan saya hanya bisa ditanggapi, "namanya juga anak-anak, mbak"

Hal tersebut pun saya lakukan pada Arrayyan.

Prinsipnya adalah Katakan apa yang kita inginkan, bukan mengatakan apa yang TIDAK kita inginkan.

Larangan-larangan yang saya sampaikan sebelumnya kepada Arrayyan:
- Gak boleh main jauh-jauh ya!
- Kalau keluar rumah, jangan lupa pakai masker dan helm ya!
- Kalau mau keluar rumah, harus pamit. Kalau mau pindah ke rumah orang lain, pulang dulu untuk pamit lagi. Kalau sudah waktunya pulang, ya harus pulang!

Saya ubah struktur kalimatnya:
- Arra mainnya dekat-dekat rumah saja ya!
- Setiap mau keluar rumah, harus pakai masker dan helm!
- Siapapun yang ada di dalam rumah, harus pamit setiap mau keluar!
Adzan Dzuhur harus pulang (jika keluar rumah pagi hari), atau (sebelum) Adzan Maghrib harus pulang (jika keluar rumah sore hari), atau kalau mbah Eko (warung sebelah rumah) sudah tutup berarti waktunya pulang ya (jika keluar rumah malam hari, max setengah 9 malam)

Terus semangat untuk berkomunikasi yang lebih efektif dan produktif.

★★★ 3 bintang hari ini

Tabik,
Mar'atul Azizah (riza) - Mahasiswi kelas Bunda Sayang IIP Regional Bekasi

#harike8
#tantangan15hari
#gameZona1
#BundaSayang
#KomunikasiProduktif
#PantaiBentangPetualang
#institutIBUprofesional
#PetualangBahagia

Komunikasi Produktif day#7 : anak COPY-PASTE sekitarnya

 

Saat adzan dzuhur berkumandang,

"Ibuk, main yuk!"

"Bobok, Ra!", ibuknya menjawab tapi matanya masih sibuk dengan HP.

"Ibuk, taro HP-nya! Dengarkan! Adzan!"

#jleb #jleb #jleb

*****

Temuan hari ini adalah tentang pentingnya eye contact saat berkomunikasi. Selain tentu saja peringatan untuk Ibuk, ACTIONS SPEAK LOUDER THAN WORDS ^^

*****

Tabik,
Mar'atul Azizah (riza) - Mahasiswi kelas Bunda Sayang IIP Regional Bekasi

#harike7
#tantangan15hari
#gameZona1
#BundaSayang
#KomunikasiProduktif
#PantaiBentangPetualang
#institutIBUprofesional
#PetualangBahagia

 

Komunikasi Produktif day#6 : episode ngobrol bareng anak

kalimat tunggal VS kalimat majemuk

"Arra, ayo cepetan habiskan makannya setelah itu mandi siap-siap ikut Akung sama Uti jalan-jalan yuk!"

Yang kemudian ditangkap anak adalah: "CEPETAN JALAN-JALAN YUK!"
Betul begitu? 😁

Padahal, kita bisa memenggal kalimat tersebut menjadi beberapa aktivitas untuk diselesaikan satu per satu.

"Arra Sayang, yuk makannya segera dihabiskan!", bisa kita berikan jeda sejenak sampai anak mengangguk atau paham apa yang kita sampaikan. Kemudian, kita lanjutkan dengan kalimat berikutnya.

"Setelah makan, kita mandi ya! Biar segar dan haruuum!", berikan intonasi yang membuat anak akan bersemangat melakukannya. 

 

MISI : KISS (Keep Information Short and Simple

Kita pernah menjadi anak-anak, tetapi anak-anak belum pernah menjadi orangtua, sehingga sudah sangat wajar kalau kita yang harus memahami mereka. Kitalah yang harus belajar gaya komunikasi yang produktif dan efektif. Bukan kita yang memaksa anak-anak untuk memahami gaya komunikasi orangtuanya. 😉

Adegan mengajak Arrayyan mandi itu sungguh drama. Nampaknya dia trauma karena pernah saya kurung di kamar mandi. Hikss... Maafkan Ibuk ya, Nak! Sungguh sesal yang kini terus menyapa.

"Arra Sayang, bangun yuk!", Saya hujani dia dengan ciuman.
Ini adegan saya setiap subuh atau bahkan menjelang subuh sebelum saya berangkat ke RS mengantar Nyai-nya. (Nyai = Nenek)

Sampai dia mulai merespon, mengulat, dan tersenyum, walau tidak membuka mata. Saya sampaikan pertanyaan yang bisa membangkitkan kesadarannya.

"Arra, Ibu sekarang kemana?"

"Rumah Sakit"

"Ngapain?"

"Antar Nyai!"

"Arra mandi yuk!"

"Gak mau!"

Oke, salah, harusnya bikin dia benar-benar bangun dulu 😁

"Arra, coba lihat ini jam berapa?"

Yes, berhasil juga membuatnya membuka mata, tapi hanya beberapa detik. Ibuk tidak boleh kehabisan ide!

"Arra, cium Ibuk donk!", kusodorkan pipiku, "Harum kan ya? Dingin gak pipi Ibuk?"

"Ibuk, sudah mandi? Iya?", uhuyyy akhirnya dia benar-benar membelalak.

15 menit habis hanya untuk membangunkan si bayik yang sudah bukan bayi 😁 Saya posisikan tubuhnya duduk, agar kesadarannya mencapai 100%. Berhasil.

Saya berikan pilihan, "Mau gendong apa jalan sendiri?", tentu saja yang dipilih adalah digendong! Haha...

"Kita mandi ya!", ada jeda sejenak. "Ibu ke Rumah sakit, Arra di rumah sama siapa?"

"Uti!"

*****

★★★★★ 5 bintang untuk komunikasi produktif bersama anak hari ini, sesederhana itu, sesederhana hanya menggunakan kalimat majemuk. Ibuk cukup menahan agar 20ribu kata tidak disalurkan sekaligus 😁 

Tabik,
Mar'atul Azizah (riza) - Mahasiswi kelas Bunda Sayang IIP Regional Bekasi

#harike6
#tantangan15hari
#gameZona1
#BundaSayang
#KomunikasiProduktif
#PantaiBentangPetualang
#institutIBUprofesional
#PetualangBahagia