Pages

cerita kita : hariku dan hatiku

Semoga kamu segera halal untukku...

Aamiiin Allahummaa Aamiiin...

Begitulah kalimat terakhir perbincangan kita.
Entahlah aku sudah terbang di ketinggian berapa, yang pasti aku selipkan doa manis pengantar tidur malam ini, semoga di Allah ridho dan melapangkan jalan ini...

Tak ada sedikit keraguan pada jiwa dan hatiku untuk hidup bersamamu menuju jannah-Nya. Sungguh memang tak ada yang bisa meramalkan apa yang terjadi esok, sungguh memang semua qadar sudah tertulis jauh di lauh mahfudz...
Tapi setitik harap seorang manusia akan apa yang Tuhannya takdirkan terjadi selalu ada, dan bukankah Tuhan jtu Maha Baik dan Maha Berkehendak akan segala sesuatu?

Yang kini bisa kita lakukan adalah saling memantaskan diri...
Seperti halnya kita yang selalu mengharap syurga, namun tak ada usaha yang kita lakukan untuk Rabb memberikan kunci itu, sangat mustahil kita bisa menikmatinya.
Seperti halnya ketika aku menginginkanmu sebagai Ali, tak pantas kiranya diriku tanpa berusaha menjadi Fatimah...
Pun kiranya ketika aku berharap dirimu selembut dan seromantis Rasulullah, tak layak diriku sebelum berusaha menjadi Aisyah...
Sebagaimana kisah Habibie-Ainun, ketika kita tak saling memantaskan untuk itu, maka jauuuh sekali dari layak untuk kita bersama seperti mereka...

Aku dan kamu,
Akan mengukir cerita kita sendiri,
Bisa jadi lebih romantis dari kisah orang tua kita sendiri ;-)
Tapi aku yakin, dirimu imam-ku yang tak kan biarkan setetes air mata jatuh mengalir dengan begitu deras...
Aku yakin, kamu akan selalu menceriakan hariku dan hatiku...

Insyaa Allah...
5R1435H, bumi-Nya

Sabar dan Ikhlas

Jiwa,
Apa kabarmu disana?
Entah rindu atau harap, ingin merengkuh bahagia bersama
Tapi nyatanya hanya keangkuhan merajai kalbu...

Jiwa,
Adakah kau paham?
Entahlah, hanya asa seluas samudra, mendekap keraguan dalam tanya
Tapi faktanya jeritan kalbu sering tak terdengar...

Ooh Jiwa,
Semoga sejuta sabar dan ikhlas menghiasi kalbu...


-rz-

testing : embed maps

Kindly check this location:


View AlfiQolbi's wedding location in a larger map

Lokasi: 
Gedung GOLKAR
Jalan Jenderal Sudirman No.21
Serang, Banten


Rute: 
dari Jakarta naik bus besar/patas jurusan Merak, turun di Patung, Serang (setelah keluar tol). 
Naik Ojek sampai di depan gedung Golkar. 


"Malam, sahabat!"


Tangis itu kembali tak dapat kubendung...

Rabbi, ampuni hamba jikalau ini terlalu berlebihan...
Hanya 1 pinta membuat mereka bahagia.
Cukup saja, tak perlu berlebih, karena kadar-Mu kuyakin adalah adil.

Rabbi, maafkan hamba jika selama ini posisi mereka jauh lebih prioritas dibanding malaikat penjagaku di rumah....
Sejatinya bukan itu yang kumaksud.
Kuyakin Kau jauh lebih paham hamba-Mu yang lemah ini.

Rz-19072013

May is for Lombok #2 - Rinjani

Sometimes you never know the true value of the moments until it becomes a memory.
–Anonim



Kenalan dulu yuuk sama orang-orang yang mengukir kenangan bersama selama di Lombok J

First of all, karom perjalanan kali ini, Wentika Putri Kusuma Asih. Walau pun paling muda, si metal’09 ini yang paling keren fisiknya, secara doi anak KAPA (NR : 1147), jago masak pula! Panggilannya Wewen, boleh juga Wentika, tapi kalau mau mention twitter di @wewentika J

The next, ada Ade Sri Rahayu, ini salah satu dari dua orag partner in crime gue selama bergelut di kampus “biru” J Doi juga anak KAPA (NR : 1144). Ini perjalanan panjang kedua gue bareng Ade, setelah sebelumnya ke Krakatau tahun lalu (our crime expedition kami yang lain mah jangan disebut, tentunya bersama belalang tempur gue, bahkan sempet tidur saat nyetir J). Doi bisa di-mention di @adesrirahayu

Sefni Yenti, senior gue yang satu ini adalah aktivis sejati, aktif dimana-mana dah pokoknya, pecinta anak-anak, dan yang ga kalah OK adalah doi sekarang jatuh cinta pada gunung, padahal pengalaman gue kenal doi itu pas nanjak Papandayan doi gam au lagi-lagi nanjak, eh sekarang kok ketagihan ya? :D Mention aja ke @sefniyenti


Terus, para pria yang “menjaga” kami para wanita, ada Adi Hersuni (metal’05), Ilham Firmansyah a.k.a Jaja (metal’05), Arda (metal’05), Mochamad Fani Indiarto a.k.a chef Mochi (metal’06), Bintang (Sastra’06), dan Andi (UGM’07).





Yang paling OKE pastinya yang nulis semua kisah dimari, yeah… It’s me! RIZA J Mention aja ke @rizazizah


Perjalanan pun dimulai malam itu juga setelah semua anggota tiba di Bandara Lombok Praya. Minggu, 5 Mei 2013, sesuai rencana kami akan memulai pendakian dari jalur Sembalun. Dengan menumpang elf (dapat transportasi murah dari kenalan marinir yang bertugas di Lombok J), dibumbui “ocehan” papa-ti-bob (nama disamarkan) ketika menelepon rekannya, dan alasan supir plus kondektur elf yang “sedikit memaksa” kami untuk memulai pendakian dari Senaru saja (karena lebih dekat dengan bandara), mewarnai petualangan awal di tanah Lombok.

Sekitar pukul 22.30 WITA, kami sampai di pos lapor Sembalun. Di luar pos ada semacam poskamling yang sudah dipakai tidur oleh (yang kemudian kami kenal) tim dari UGM. Ketika elf kami sampai di TKP, sepertinya ada yang terbangun, maaf yaa :D
Dengan bantuan papa-ti-bob pun kami Alhamdulillah dapat “penginapan” yang hangat J the ladies di mushollah pos lapor dan the boys di koramil samping pos lapor :D

Setelah memasukkan semua barang ke mushollah, kami semua istirahat di tempat masing-masing. Dan sebelum subuh, the ladies sudah bangun bersiap sholat subuh dan repacking. Gue? Alhamdulillah sempet “nyetor” dan mandi di pos koramil :D


*will be updated.....