Pages

Malela yang Melelahkan! (Curug Malela, the Little Niagara)

Petualangan luar biasa bersama orang-orang yang biasa di luar

2015!
Postingan pertama yang semoga kedepannya dimudahkan untuk terbiasa menuliskan petualangan-petualangan lainnya :-)


Sesuai quotes di awal, petualangan kali ini adalah petualangan yang sangat luar biasa! Heboh dan menjadi suatu hal yang tak kan terlupakan! Gimana ga bisa lupa?
Beraneka rasa deh pokoknya! Simak ceritanya yaaa....

Menuju Curug Malela kali ini bukanlah yang pertama direncanakan. Sebelumnya, di akhir tahun lalu udah mengagendakan bersama Sahabat Ransel disini. Namun, karena kondisi cuaca dan beberapa hal terpaksa diurungkan.

Rz : "Seminggu sebelum lo wisuda ke curug Malela yuk!", 
Sebuah ajakan tanpa basa-basi terkirim melalui chatting paling nge-trend yang dikenal dengan "wotsap".
Hrz: "Waaah, gue rencananya minggu ini kesana"
Rz : "Yaaah pending donk, next week please! Minggu ini kan walimahannya SaraHaidir"
Hrz: "Iya nih, gue juga pengen datang"
OK, berarti bisa ditarik kesimpulang bahwa, "Jadi Malela next week ya?!" :D

Karena di akhir tahun lalu sudah "mempersiapkan diri" untuk ke Malela, tentu saja saya sudah hatam "membayangkan" perjalanan seperti apa yang akan kami lalui. Yup, melalui bacaan di internet kesimpulan yang saya dapatkan ada 2, pertama jalanannya jelek dan pastinya mengakibatkan kita harus berhati-hati, sehingga kesimpulan kedua adalah waktu tempuh juga pasti lama.

H-2
Rz : "Sabtu jadi ya Malela?!", pertanyaan retoris :D
Hrz: "Insyaa Allah"
Rz : "Mau berangkat jam berapa?"
Hrz: "Nah itu belum tau, paling pagi jam 9"
Rz : "Gue pikir akan berangkat jam 6 :D kalo gitu gue dari rumah hari Sabtu abis subuh aja dah"

H-1
Hrz: "Buseet... curug malela 70km dari kota Bandung"

Rz : *emot ketawa sampe nangis*
Hrz: "Gue baru baca-baca, dan dikit lagi sampe Gunung Padang. haha.. jam 7-an bisa lah yaa"
Rz : "yaudah gue berangkat ke Bandung-nya ntar malem pulang kantor dah"

Hari H, 14 Maret 2015
Entah kenapa kalau numpang nginep, atau di gunung, pasti deh bawaannya kebangun sekitar jam 3 atau jam 4, yang pasti sebelum subuh. alhamdulillah 'ala qulli hal
Abis ritual subuh, langsung deh melawan dinginnya air kota kembang yang super brrrr.... duingiiin...

Jam 06.10 pamitan dan langsung meluncur ke Dayeuhkolot.

07.21 sampe di gerbang kampus Telkom, nunggu kabar bocah-bocah yang ternyata baru mau panasin motor, akhirnya nyari tempat sarapan dan memutuskan untuk nyabu (baca: nyarap bubur :D)!

Sekitar pukul 09.30 (cukup sabar nungguin para bocah bersiap, mulai dari manasin motor, sarapan,s sampe nge-charge HP), rombongan 4 cowok (dengan 2 motor) dan 1 cewek (yaitu saya nyetir sendirian) meluncur menuju Kabupaten Bandung Barat.
Rombongan itu ada Harris (yang dari awal chatting-an), Marmut a.k.a Rachmat (dari perencanaan awal cuma ber-3, kemudian pas H-1 dan hari-H nambah deh), Bobby (confirm H-1), Fauzan (confirm hari-H setelah ga dapat pinjaman motor :D), dan tentunya saya - sang penulis - Riza ^_^
Oia, rencananya kan saya mau sewa motor, semalam sebelumnya sudah dicek bisa, tapi ternyata pas saya sampai di Dayeuhkolot motornya udah abis dan alhasil cari alternatif pinjaman punya temannya Harris :D Alhamdulillah, Fauzan ga nyesel kan?!
Jadi, tips#1 kalau mau sewa motor di Bandung booking minimal H-1.

Jam 11.00-an kami berhenti untuk beli nasi bungkus untuk makan siang di Curug. Ini masih daerah Cimahi gitu deh. Pas lihat maps, baru 1/3 perjalanan, brooo :D
tips#2 kalau mau beli nasi bungkus, di Pasar ke-2 atau 3 aja, atau di persimpangan (pertigaan ke kanan dan lurus, kita ambil ke kanan) yang ada ATM Mandiri. Sepanjang perjalanan kita melewati beberapa pasar, 2 atau 3 udah lupa :D

Adzan dzuhur sayup-sayup terdengar, membuat kita segera mencari masjid/mushollah terdekat.
Akhirnya ketemu masjid/mushollah yang mirip di tanah Minang, ada empangnya (di Minang disebut "tebak") :D
Selepas menunaikan kewajiban, santai-santai dikit sekedar melepas penat dan main gundu (ini bocah nemu aja sih mainan begini). Eh ternyata di seberang masjid ada yang jual es kelapa. lumayaaan... hehe...

Lanjut deh, perjalanan masih luama!
Pas ketemu ATM (yang disebutkan di atas), kami berhenti (lagi) karena Bobby mau ambil uang (yang ternyata juga sekalian beli lauk karena tadi pas yang lain beli nasi bungkus, Bobby bilang masih kenyang :D). Jujur, saya 'agak' ngantuk, akhirnya sambil nunggu Bobby, saya rebahan di atas motor yang sudah di-'s(t)andar'-kan (nulisnya gimana sih yang bener? :D).

Seperti yang sudah dibayangkan dari membaca artikel-artikel di dunia maya, bahwa perjalanan menuju Curug Malela bisa memakan waktu 4 jam bahkan lebih dan trayek jalannya hancur! Benar saja, selepas daerah Cimahi, memasuki kawasan Cililin, jalan masih aspal, tapi di beberapa bagian ada yang berlubang dan rusak. Parahnya kalau ada Pasar, muacet pasti, dan rasanya semua ga mau ngalah! Ada lagi jalanan yang rusak berlubang dan air menggenang, sehingga semua kendaraan berjalan perlahan. Perjalanan ke Malela juga ga perlu khawatir nyasar, karena ada petunjuk arah yang jelas. Kalaupun menemukan petunjuk yang tak ada tulisan "Malela", cukup ingat rute ini:
Bandung ==> Cimahi ==> Cihampelas (bukan yang ada Ciwalk-nya loh) ==> Cililin ==> Sindangkerta ==> Gununghalu ==> Bunijaya ==> Perkebunan teh

Eh tapi, jangan kaget, kawan! Ketika masih menemukan jalan aspal, serusak apapun, jalanan itu masih bagus :-) Karena petualangan yang sebenarnya baru akan dimulai ketika kita bertemu pintu gerbang "Selamat Datang di Curug Malela".

Setelah tidak tahu berapa lama lagi sampai di tujuan, akhirnya kami bertemu persimpangan "Y" dan ada petunjuk jalan yang menyebutkan bahwa Curug Malela 10km lagi! "Yeah, finally!", teriak dalam hati.
(Rasanya) hampir 1 jam, bertemu lagi persimpangan (ada warung dan pangkalan ojeg) yang menunjukkan bahwa belok kiri menuju Malela 7km lagi! "What??? Berarti dari tadi baru 3km???!!!" Fiuuh...

Entah berapa lama lagi, sampai juga di pintu gerbang, dan kami disambut oleh siswa-siswa sekolah dasar maupun menengah yang baru saja pulang. Ya benar saja, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 14.00 ;-)
Di pintu gerbang ini (yang juga pintu gerbang sekolahan), ada petugas (yang tampaknya adalah warga lokal saja) yang akan memberikan tiket tanda masuk dengan harga Rp.5.000,- saja! Murah kaan?!

Petugas : "Selamat datang", ucap Bapak petugas yang nampak sudah lelah walaupun tetap memberikan senyum hangatnya.
Rz : "Ini masih jauh, pak?"
Petugas : "Sampai parkir sekitar 2km lagi"
Rz : *ngebayangin sebelumnya menempuh 3 km sudah lumayan dahsyat*

Rz : "Dari parkiran ke curug berapa jauh, pak?"
Petugas : "Ya kalau warga sini paling seperempat jam ga ada lah"

------ jeda sejenak sambil tersenyum dan berpandangan satu sama lain  ------

Dan akhirnya bener deh, beberapa kali saya harus berhenti sejenak sekedar mengambil nafas dan mengambil ancang-ancang agar motor bisa terus melaju. Sampai parkiran, kami tidak membuang waktu, sekedar ambil nafas dan meregangkan otot-otot sekitar 5 menit, kemudian lanjut berjalan menuju curug...

daaan, sesampainya di pos pantau, terdengar juga suara gemerisik air dan wowwww Masyaa Allah... Curug yang punya sebutan lain sebagai  The little Niagara sudah terlihat di kejauhan sana...

Ga sempat foto banyak, apalagi jalannya, ya dinikmati saja foto narsis saya :D
#sekian



Take nothing but pictures, 
Leave nothing but footprints, 
Kill nothing but time.
It's never about the destination, 
it's all about the journey!
@rizazizah

#rindu


Aku selalu rindu membaui aroma hutan dan hujan Kerinci, 
Aku selalu rindu memeluk awan dan embun Rinjani yang syahdu,
Aku selalu rindu menikmati kabut sendu Ranu Kumbolo yang memesona dan menjejak Mahameru yang gagah,

Aku pun rindu membaui edelweis di Tegal Alun, Padang Mandalawangi, maupun AlunAlun Surya Kencana... 
Aku rindu menikmati horizon tanpa batas di Cikuray..
Aku rindu memeluk dinginnya Bromo.. 

Aku rindu.. 
Merindukan segala asa, menggapai batas-batas kemampuan diri, menguji setiap keyakinan dan keberanian diri, menggantungkan harap hanya pada Yang Kuasa... 

Segala sumber rindu pun akhirnya akan mencumbu perjumpaannya..
Semoga alam membersamai, Semoga semesta mendukung, ...

#rz 08.09.2014 @73

cerita kita : hariku dan hatiku

Semoga kamu segera halal untukku...

Aamiiin Allahummaa Aamiiin...

Begitulah kalimat terakhir perbincangan kita.
Entahlah aku sudah terbang di ketinggian berapa, yang pasti aku selipkan doa manis pengantar tidur malam ini, semoga di Allah ridho dan melapangkan jalan ini...

Tak ada sedikit keraguan pada jiwa dan hatiku untuk hidup bersamamu menuju jannah-Nya. Sungguh memang tak ada yang bisa meramalkan apa yang terjadi esok, sungguh memang semua qadar sudah tertulis jauh di lauh mahfudz...
Tapi setitik harap seorang manusia akan apa yang Tuhannya takdirkan terjadi selalu ada, dan bukankah Tuhan jtu Maha Baik dan Maha Berkehendak akan segala sesuatu?

Yang kini bisa kita lakukan adalah saling memantaskan diri...
Seperti halnya kita yang selalu mengharap syurga, namun tak ada usaha yang kita lakukan untuk Rabb memberikan kunci itu, sangat mustahil kita bisa menikmatinya.
Seperti halnya ketika aku menginginkanmu sebagai Ali, tak pantas kiranya diriku tanpa berusaha menjadi Fatimah...
Pun kiranya ketika aku berharap dirimu selembut dan seromantis Rasulullah, tak layak diriku sebelum berusaha menjadi Aisyah...
Sebagaimana kisah Habibie-Ainun, ketika kita tak saling memantaskan untuk itu, maka jauuuh sekali dari layak untuk kita bersama seperti mereka...

Aku dan kamu,
Akan mengukir cerita kita sendiri,
Bisa jadi lebih romantis dari kisah orang tua kita sendiri ;-)
Tapi aku yakin, dirimu imam-ku yang tak kan biarkan setetes air mata jatuh mengalir dengan begitu deras...
Aku yakin, kamu akan selalu menceriakan hariku dan hatiku...

Insyaa Allah...
5R1435H, bumi-Nya

Sabar dan Ikhlas

Jiwa,
Apa kabarmu disana?
Entah rindu atau harap, ingin merengkuh bahagia bersama
Tapi nyatanya hanya keangkuhan merajai kalbu...

Jiwa,
Adakah kau paham?
Entahlah, hanya asa seluas samudra, mendekap keraguan dalam tanya
Tapi faktanya jeritan kalbu sering tak terdengar...

Ooh Jiwa,
Semoga sejuta sabar dan ikhlas menghiasi kalbu...


-rz-

testing : embed maps

Kindly check this location:


View AlfiQolbi's wedding location in a larger map

Lokasi: 
Gedung GOLKAR
Jalan Jenderal Sudirman No.21
Serang, Banten


Rute: 
dari Jakarta naik bus besar/patas jurusan Merak, turun di Patung, Serang (setelah keluar tol). 
Naik Ojek sampai di depan gedung Golkar.