Pages

Prof. Emil Salim : UI sebagai mercusuar kemandirian moral

Yang ditunggu, yang dinanti, bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk UI yang lebih baik, mengembalikan nama besar UI sebagai kampus perjuangan, kampus rakyat Indonesia.

Universitas Indonesia diselenggarakan berasaskan kemandirian moral untuk membangun perguruan tinggi sebagai kekuatan modal dalam membangun masyarakat yang demokratis dan mampu bersaing secara global.
UI bukanlah sekadar kumpulan gedung-gedung di kampus Depok atau Salemba. UI bukan pula kumpulan guru besar, dosen atau orang pintar, serta mahasiswa yang rajin berkuliah Senin-Jumat pagi-sore.

UI selama sejarah hidupnya adalah mercusuar kemandirian moral yang tegar berdiri dalam kegelapan masa apa pun, diterjang angin topan perlawanan sedahsyat pun. Karena, UI diisi keberanian moral membangun masyarakat yang demokratis dan mampu bersaing secara global.

Saya memilih karier hidup saya 55 tahun lalu bekerja dari tingkat Asisten Dosen sampai Professor Emiritus Universitas Indonesia.

Marilah kita bersama pada masa akhir hidup saya kita tetap tegakkan almamater Universitas Indonesia meneruskan sejarah gemilangnya masa lampau untuk tetap menjadi kekuatan moral membangun masyarakat yang demokratis.

Jakarta, 5 September 2011
Emil Salim
--------------------------------------
Kutipan di atas adalah penggalan 'orasi ilmiah' yang disampaikan Prof. Emil Salim di FEUI, Depok, tanggal 5 September 2011 pada acara halal bi halal civitas akademika UI yang juga terbuka untuk media dan alumni UI. Unduh versi lengkapnya disini.



Seperti halnya cita-cita BEM UI 2011, "Jangan pernah letih mencintai Universitas Indonesia, dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia".

UI!!!
Kepal jari jadi tinju, UI kampusku, bersatu almamaterku, UI!!!

... kami wargamu, bertekad bersatu, kami amalkan, tri dharmamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan buat curcol Anda tentang postingan ini :)

terima kasih atas komentarnya
riza